Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • ibnunashr 7:12 am pada 27 February 2011 Permalink | Balas  

    Manusia dan kebimbangannya 

    Ada kalanya setiap yang dijalani mengalami degradasi secara frontal. Semangat mengarungi kehidupan serta bahtera perjalanan di dunia semu semakin tipis tak terhitung. Mencapai titik nadir rendah akan adanya sebuah kejenuhan yang luar biasa mendera. Lupa untuk mengingat bahwa kehidupan memang seperti roda, berputar dan berputar. Ada kalanya bertahan lama, ada kalanya juga hanya sesaat dan kembali ketitik awal serta titik jenuh nan memuakkan.

    Semuanya diawali dari rasa lelah akan rutinitas yang itu-itu saja. Menyenangkan memang bisa melakukan yang orang lain belum tentu mau dan bisa melakukan, namun roda itu selalu berputar dan kita tidak bisa menafikan itu semua. Mungkinkah ini semua adalah akumulasi atas semua yang telah terlewati?

    Terkesan sepele dan menjenuhkan, namun itulah yang terjadi. bagaimanapun juga saat ini, rasa ini sulit untuk diidentifikasikan. Terlalu mangawang dan sangat nisbi. Hanya bisa dirasakan dan hanya ingin dilupakan. Menunggu adalah salah satu caranya. Namun tak jarang banyak orang juga yang berputus asa.

    Setiap yang terjadi pada manusia memang berbeda-beda tergantung kapasitas dari orang tersebut. Akan tetapi semuanya bisa merasakan, inilah yang nyata ada, namun kenapa tak bisa sekejap tuk dihilangkan? Adakah formula khusus yang mampu mengatasinya? Ataukah hanya menunggu bak menanti sesuatu yang sebenarnya kita tidak juga tahu apa itu sebenarnya.

    Bukan manusia namanya jikalau tidak mencari jalan keluarnya, pun Tuhan yang tak mungkin membiarkan hambanya tergelincir jikalau memang Ia berkehendak. Sedikit semangat dan senyum datang membantu, meski tak bisa secara gamblang bisa teratasi, namun setidaknya sudah ada jalan yang bisa dilalui sehingga tidak mustahil semuanya akan kembali lagi menjadi menyenangkan.

    Pragmatisme, opportunis, agitasi sempat membantu melancarkan keinginan itu. Tinggal mencari bagaimana mengaturnya dan memberikan proporsi yang sesuai untuk menjadikannya sebuah senjata baru yang ampuh untuk mengembalikan itu semua. Tantangannya adalah bukan pada kemampuan tetapi pada kemauan. Tetapi pada kemauan, maukah kita untuk kembali mengumpulkan dan memformulasikannya menjadi sesuatu yang indah itu?

     
  • ibnunashr 2:22 am pada 5 January 2011 Permalink | Balas  

    MANUSIA DAN INDEPENDENSINYA 

    Manusia sejatinya dilahirkan dari segumpal daging yang membungkus tulang.kemudian ditiupkan kedalammya ruh. Lalu ruh itu yang menjadikannya manusia sempurna hingga keluar dari rahimnya.selama di dalam rahim ibunya, umumnya hanya sendiri (kecuali kembar). Mereka menjalani kehidupannya sebagai seorang insan baru dengan apa adanya. Setelah mereka lahir, mereka hidup melalui berbagai fase. Dari bayi, balita, masa kanak-kanak,menjelang remaja,remaja,menjelang dewasa, manusia dewasa hingga pada akhirnya akan menemui masa tuanya (umur mutlak menentukan fase mana yang bisa terlewati) Saat bayi hingga remaja mungkin masih berada dalam pangkuan orang tua mereka. Namun kemudian lanjut ke fase menuju dewasa. Di fase ini umumnya mereka mengalami apa yang dinamakan pencarian hakikat kehidupan. Di fase ini pula seorang anak manusia sedang berusaha memahami dan mencari apa yang sebenarnya ia cari (jati diri).kemudian setelah menemukan hakikat kehidupannya, mereka akan berlanjut ke tahap pendewasaan diri dan pada akhirnya akan menjadi dewasa namun tentunya kedewasaan bukan ditentukan berdasarkan usia, tetapi bagaimana ia memilih untuk “mendewasakan dirinya” seperti pepatah “Tua itu pasti, namun dewasa itu pilihan”. Yang menjadi pertanyaan sekarang, kita berada di fase yang mana? Anak-anak kah? Remaja? Atau masih bayi? (tentu pertanyaan terakhir hanya lelucon belaka). Sudah pasti sebagai mahasiswa kita akan menjawab sedang berada di dalam fase menuju dewasa. Dalam fase ini kita akan dihadapkan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan pencarian makna hidup yang sejati. Tetapi yang menjadi perhatian makna hidup sejati itu akan memiliki makna yang relatif, artinya setiap orang akan memiliki “jalannya” sendiri. satu hal yang pasti dalam fase ini kita diharuskan untuk menganut prinsip hidup “Independensi”. Independensi disini bukan dimaksudkan untuk menafikan lingkungan serta berlaku egois, namun makna independensi disini bermakna bahwa apapun yang menjadi sikap, pola, tingkah laku dan keputusan pada diri kita berorientasikan pada keinginan diri sendiri tanpa ada intervensi dari orang lain. Peran orang lan dalam hanyalah sebagai pemberi saran atau masukan, sementara keputusan akhir akan selalu berada di tangan kita. Mahasiswa sebagai makhluk intelektual sudah sepantasnya memiliki sifat independensi karena mahasiswa sudah dianggap lebih dewasa dan bisa menentukan hidupnya sendiri bukan seperti siswa SMA yang masih berada di dalam “ketiak” orang tua. Seorang mahasiswa tidak lagi harus menjadi “kerbau dungu” yang bisa diperintah dan dipengaruhi oleh orang lain dalam setiap pengambilan keputusan dalam hidupnya. Namun berdasarkan realita yang penulis lihat, saat ini masih ada mahasiswa yang memiliki sifat “kerbau dungu”. Mereka masih di intervensi dengan berbagai euforia klise yang sangat menggiurkan. Kesenangan, pesta kegembiraan, eksistensi semu terhampar jelas dihadapan dan siap untuk mereka teguk, hingga tidak sadar bahwa kebebasan independensi dirinya sudah terenggut kepentingan makluk lain yang sudah memanfaatkannya. Bukan kesenangan,pesta kegembiraan, atau eksistensi semu yang seharusnya dicari oleh seorang mahasiswa. Tetapi bagaimana mencari hakikat hidup dengan independensi yang terlewati bersama fase yang sulit. Eksistensi hanyalah barang yang nisbi, tetapi kebenaranlah yang mutlak diperlukan. Bahkan Soe Hok Gie, dalam catatan hariannya mengatakan bahwa “Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: Kebenaran”.Seorang gurupun berkata “lebih baik tidak dikenal, daripada dikenal kemudian dilupakan” Seperti itulah seharusnya seorang mahasiswa berfikir, karena hidup bukan tentang kesenangan/eksistensi semata, tetapi hidup adalah sebuah perjuangan. Mari kita sama-sama menumbuhkembangkan sikap independensi kita. Tidak ada kata terlambat dalam berubah. Sudah tidak zamannya lagi mahasiswa selalu bersenang-senang dan hanya bisa di intervensi oleh makhluk lain. sekarang adalah zamannya mahasiswa menuntut dan merubah keadaan menjadi lebih baik. Terutama bagaimana merubah diri kita sendiri kemudian perlahan merubah bangsa ini menuju arah yang lebih baik pula.

     
  • ibnunashr 3:41 am pada 10 November 2010 Permalink | Balas  

    Jatinangor, entah sampai kapan. 

    Entah, ini bisa jadi sebuah artikel, curhat atau karangan bebas. Yang jelas saya pingin mengungkapkan realita yang ada. Sore hari tanggal 9 november 2010 ada hal yang tak biasa,selepas kuliah hujan begitu deras hingga banjir dimana-mana. Jalan di depan Ciseke banjir atau bahkan yang ekstrim ada di jalan Sayang dan sekitar perumahan Puri Indah.Banyak kendaraan yang memutar balik karena “musibah” ini. Kira-kira kenapa ya? Mari kita kaji bersama. Disini yang saya tekankan sudah pasti bukan hujannya, apalagi derasnya, yang saya lihat  adalah keadaan jatinangor yang sangat memprihatikankan dengan banjir yang selalu terjadi pasca hujan. Derasnya air begitu sulit untuk ditampung. Jalan begitu anomali dengan luapan  airnya yang nampak seperti “sungai roda dua” , orang-orang hanya acuh namun tak sedikit yang peduli. Saya lumayan terpana melihat “pemandangan” itu.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    banyak hal yang mendasarinya terjadi, mungkin salah satunya adalah dengan didirikannya bangunan yang tidak sesuai dengan sistem tata kota yang seharusnya.Orang-orang atas hanya memperhatikan keuntungan tanpa ada orientasi konsensus dari masyarakat dan  lingkungan. Pragmatisme selalu jadi pijakan dalam mengambil keputusan. Banyak yang sudah menyadari juga sih, khususnya dikalangan mahasiswa, tapi apakah cukup sampai pada tahap sadar? Sepertinya tidak. Banyak hal yang harus dilakukan, kita mesti berbenah dan peduli terhadap lingkungan. Ditengah berbagai kerusakan alam, masih ada saja yang yang masih berbuat demi keuntungan pribadi. Saya  tertarik dengan proyek pembangunan apartemen 16  lantai yang terletak disamping Iatinangor Town Square ( Jatos ). Proyek ini konon merupakan salah satu mega proyek yang pernah ada di Jatinangor.  Dampak sosial yang ditimbulakan lumayan berat juga. Masyarakat asli semakin terpinggirkan.

    Nah sekarang, apa hubungannya banjir dengan pembangunan gedung-gedung itu, Ada yang bisa jawab? Yak benar……………..

    Ini merupakan PR kita semua, pemda, ya mahasiswa juga. Kok mahasiswa? kan katanya agent of change dan  agent of director, sudah berarti kita harus ikut memikirkannya bagaimana solusinya juga. Saat ini mungkin jalan terdekatnya adalah dengan menyerukan ke berbagai lapisan masyarakat tentang urgensinya masalah ini. Atau jika mau yang lebih konkret lagi kita bisa menghimpun masa untuk datang ke kantor kecamatan Jatinangor untuk sama-sama berdiskusi memikirkan bagaimana jalan keluarnya.

    Semuanya bisa kita lakukan asalkan  kita peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar kampus. Sudah nggak jaman lagi mahasiswa bisanya cuma senang-senang dan hura-hura saja. Kita tunjukan  bahwa kita adalah “ the real agent of change”.malukan sama Pak Soe hok gie, disaat beliau seusia kita sudah peduli dengan rakyat, tapi kita sepertinya masih berleha-leha dengan berbagai hal yang melenakan. So, jangan tunggu lama lagi, lets move on, and keep moving forward.

     
  • ibnunashr 6:28 am pada 20 August 2010 Permalink | Balas  

    The Paradoksal Advise 

    Assalamualaikum…

    akhirnya, setelah berlari-lari dalam rutinitas yang lumayan melelahkan, saya bisa kembali lagi kesini

    meski sangat jenuh, saya tetap bersemangat menjalankannya..

    dua hari yang lalu saya bisa berpulang kerumah, suasana yang indah dengan gelombang udara yang panas datang menghampiri,

    namun semua berakhir ketika teriakan adikku yang cantik datang menghampiri dengan gembiranya..

    Alhamdulillah, mereka masih sangat merindukan saya ternyata..hehe

    sorepun datang, saatnya berbuka puasa.. betapa indahnya saat seperti ini, saat yang sangat mahal bisa berkumpul bersama keluarga, bahkan dibayar berapapun saya tidak akan mau menggantikannya…

    saya terpaku ketika melihat nyala warna dari sebuah buku yang tergeletak di meja ruang televisi

    hmm.. buku apa ini, mungkinkah buku panduan menjahit? tidak mungkin ibu saya tidak punya mesin jahit, paling hanya menjahit dengan jarum seadanya, terbesit menerka itu buku komik.. ah tapi tak mungkin masa buku komik terlihat seperti ensiklopedi tipis..

    sesaat kemudian adik laki-laki saya datang menghampiri, ” kenapa a? kayanya penasaran banget dengan tuh buku?”

    sepertinya bagus juga (hati saya bergumam sendiri)

    “DO IT ANYWAY” kata saya sembari mengeja tulisan bagai seorang anak kecil yang baru melihat aksara yang terliput mahligai tulisan berwarna hitam..

    setelah meminta ijin dari sang “empunya”(adik saya-red) saya pun mulai membacanya:

    “Bila Anda melakukan kebaikan, orang akan menuduh anda memiliki motif tersembunyi yang mementingkan diri sendiri.BAGAIMANPUN LAKUKAN KEBAIKAN ITU

    sebuah kata yang sangat aneh, penuh tekateki yang harus dibaca..(Bersambung)

     
  • ibnunashr 8:50 am pada 7 August 2010 Permalink | Balas  

    KOMUNIKASI HUMAN RELATIONS 

    Pengertian dan perkembangan Human Relations

    Di negara-negara yang sudah maju human relations semakin mendapat perhatian para manajer dalam organisasi apapun, karena semakin dirasakan pentingnya dalam rangka memecahkan masalah yang menyangkut faktor manusia dal manajemen.

    Benturan-benturan psikologis san konflik-konflik antara kepentingan pribadi dengan organisasi sering terjadi, bukan saja antara manajer dengan karyawan, tetapi juga antara karyawan dengan karyawan,yang benar-benar mengganggu jalannya organisasidalam mencapai tujuannya.

    Human relations juga dirasakan pentingnya oleh para manajer untuk menghilangkan “luka-luka” akibat salah komunikasi (miss-communication) dan adanya salah interpretasi yang terjadi antara manajer beserta karyawan dengan publik diluar organisasi.

    A.Pengertian Human Relations

    tidaklah mudah mencari pengertian human relations dalam bahasa Indonesia yang benar-benar tepat sebagi terjemahan dari istilah Human relations. Ada tang menerjemahkannya menjadi “hubungan manusia”, dan ada pula yang mengalihbahasakannya menjadi “hubungan antar manusia”.

    Secara harfiahterjemahan tersebut mungkin tidaklah salah, tetapi keduanya tidak mengandung makna yang sebenarnya yang dikandung dalam human relations itu.

    Baik pada istilah “hubungan manusia” maupun “hubungan antar manusia” tidak terdapat ciri hakiki  human relations. Ciri hakiki human relations bukan “human” dalam pengertian wujud manusia (human being), melainkan dalam makna proses rokhaniah yang tertuju kepada kebahagiaan berdasrkan watak,sifat,perangai,kepribadian,sikap,tingkah laku,dan lain-lain aspek kejiwaan yang terdapat dalam diri manusia. Karena itu, terjemahan yang paling mendekati makna dan maksud human relations adalah hubungan manusiawi atau hubungan insani.

    Contoh ini akan memperjelas pengertian human relations.

    Seorang karyawan sebuah perusahaan berkata kepada teman sekerjanya: “direktur kita itu adalah paman saya”. Sang teman tersenyum.

    Antara karyawan dengan direkturnya itu terdapat hubungan, baik  hubungan keluarga maupun hubungan kerja. Dan hubungan itu adalah hubngan manusia atau hubungan antar manusia, tetapi apa yang diucapkannya itu bukan “human relations”.

    Untuk memperoleh kejelasan mengenai makna hubungan manusia atau hubungan antar manusia, dan yang mana human relations, berikut ini adalah kisah singkat di sebuah rumah tangga sebagai contoh sederhana.

    Seorang suami berkata kepada istrinya: “aku nanti pulang terlambat, bu. Jangn lupa si bungsu diberi obat batuk.”

    “Jangan khawatir pak, dan jangan terlalu malam” jawab sang istri.

    Dialog singkat itu bukan human relations.

    Keesokan harinya ketika sang suami pulang kantor dan menyerahkan uang rapel kenaikan pangkat yang tidak kecil jumlahnya bagi mereka, kepada istrinya ia amat gembira.

    “belikan kalung mas saja, ya pak, aku ingin sekali. Sejak menikah sampai punya anak tiga sekarang,kalungku hanya ini saja dari mas imitasi.” Katanya memela.

    Suaminya terdiam. Termenung sejenak. Lalu berkata:

    “Bagaimana, ya … bukan aku tidak sayang padamu, bu. Tetapi aku rasa ada yang lebih penting dari itu. Bagaimana pendapatmu kalau rapel yang sekarang ini kita beli setelan kursi untuk kamar depan dan lemari pakaian.kuri rotan kita sudah rusakdan pakaian selalu berantakan.aku berjanji untuk rapel yag akan datang akan aku belikan kalung mas untukmu. Atau, siapa tahu kita akan dapat rezeki dalam waktu dekat. Akan kukabulkan keinginanmu itu. Bagaimana,bu?”

    “betul juga katamu itu, pak.aku setuju sekali dengan gagasanmu itu.” Jawab istrinya dengan muka cerah.

    Dialog yang terakhir ini adalah human relations.di sini terdapat kegiatan komunikatif-persuasif-sugestif dan kedua belah pihak merasa hatinya puas, yang merupak aspek-aspek manusiawi dari human relations.

    Atas dasar itu, maka human relations akan lebih mendekati ketepatan, apabila diterjemahkan menjadi “hubungan manusiawi” daripada “hubungan manusia” dan “hubungan antarmanusia”.

    Dari paparan diatas jelas bahwa human relations bersifat “action oriented”, bukan hanya hubungan yang pasif, dan yang dituju adalah kepuasan batin. Karena itu human relations banyak  diterapkan dan diaplikasikan dalam proses manajemen atau administrasi.

     
  • ibnunashr 3:28 pm pada 6 August 2010 Permalink | Balas  

    PUBLIC RELATION DAN KEPEKAAN 

    Praktek publik relation menuntut kepekaan terhadap setiap kecenderungan dan peristiwa. Sebab, praktek demikian harus mampu menarik perhatian orang-orang yang bertipe ekstrover, yang cenderung melihat keluar daripada dirinya sendiri, selain itu, ia harus mampu dan bersedia melihat pandangan-pandangan orang lain. Praktek publik relation menuntut keberanian untuk mendengar, sabar dan mau menerima.
    Para manajer senior memang masih memerlukan nasehat-nasehat ayang yang objektif, sehat, dan berwawasan jauh ke depan mengenai cara memperoleh dan memepertahankan kemauan yang baik. Tetapi, seorang ahli publik relation akan dituntut lebih dari seorang sekadar penasihat. Memang sulit, meskipun hal itu terkadang bisa terjadi. masalah-masalah publik relation yang meminta pemecahan segera ialah masalah-masalah yang terdapat di bidang keuangan dan pemasaran. Belum lagi masalah yang menyangkut tanggungjawab eksekutif, hasil laporan yang harus dimuat, penyelenggaraan surat kabar perusahaan atau pameran dan lain sebagainya. Seorang spesialis publik relation diharapkan mampu menjadi orang yang serba guna, serba bisa, dan master untuk kebanyakan hal.
    Berkecimpung dalam masalah-masalah komunikasi menuntut kepekaan terhadap keberadaan manusia, kebutuhan dan minatnya. Masalah-masalah manajemen dapat ditelusuri dari kegagalannya dalam berkomunikasi. Hilangnya order, kemacetan lini produksi, dan tingkat rotasi karyawan yang tinggi, merupakn gejala, yang akar penyebabnya adalah kegagalan dalam mengomunusasikan informasi mengenai pemakaian metode kerja baru, atau tentang penggunaan waktu cuti yang telah mengakibatkan keterlambatan dalam pengiriman hasil-hasil laporan tinjauan tahunan.
    Tidak ada dua kelompok atau dua orang yang memiliki kebutuhan informasi yang sama. Kemampuan mereka untuk menangkap dan menggunakannya, tetu saja berbeda satu sama lain. Di dalam kegiatan public relation, seperti tersirat dalam kata “public” (masyarakat, kita senantiasa secara langsung berkomunikasi dengan manusia.

     
  • ibnunashr 3:18 pm pada 6 August 2010 Permalink | Balas  

    Hello world! 

    Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

     
    • Mr WordPress 3:18 pm pada 6 Agustus 2010 Permalink | Balas

      Hi, this is a comment.
      To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.